<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>collection of story</title>
	<atom:link href="http://dheni666.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://dheni666.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Mon, 14 Dec 2009 02:23:16 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='dheni666.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>collection of story</title>
		<link>http://dheni666.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://dheni666.wordpress.com/osd.xml" title="collection of story" />
	<atom:link rel='hub' href='http://dheni666.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>mbah peyu</title>
		<link>http://dheni666.wordpress.com/2009/12/14/mbah-peyu/</link>
		<comments>http://dheni666.wordpress.com/2009/12/14/mbah-peyu/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Dec 2009 02:23:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dheni666</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dheni666.wordpress.com/?p=7</guid>
		<description><![CDATA[dari milist sebelah Tahun 2005 yang lalu saya harus mondar-mandir ke SD Budi Mulia Bogor. Anak sulung kami yang bernama Dika, duduk di kelas 4 di SD itu. Waktu itu saya memang harus berurusan dengan wali kelas dan kepala sekolah. Pasalnya menurut observasi wali kelas dan kepala sekolah, Dika yang duduk di kelas unggulan, tempat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dheni666.wordpress.com&amp;blog=10785790&amp;post=7&amp;subd=dheni666&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:left;">dari milist sebelah</p>
<p style="text-align:left;">Tahun 2005 yang lalu saya harus mondar-mandir ke SD Budi Mulia Bogor. Anak sulung kami yang bernama Dika, duduk di kelas 4 di SD itu. Waktu itu saya memang harus berurusan dengan wali kelas dan kepala sekolah. Pasalnya menurut observasi wali kelas dan kepala sekolah, Dika yang duduk di kelas unggulan, tempat penggemblengan anak-anak berprestasi itu, waktu itu justru tercatat sebagai anak yang bermasalah. Saat saya tanyakan apa masalah Dika, guru dan kepala sekolah justru menanyakan apa yang terjadi di rumah sehingga anak tersebut selalu murung dan menghabiskan sebagian besar waktu belajar di kelas hanya untuk melamun. Prestasinya kian lama kian merosot.  Dengan lemah lembut saya tanyakan kepada Dika: &#8220;Apa yang kamu inginkan ?&#8221; Dika hanya menggeleng. &#8220;Kamu ingin ibu bersikap seperti apa ?&#8221; tanya saya. &#8220;Biasa-biasa saja&#8221; jawab Dika singkat. Beberapa kali saya berdiskusi dengan wali kelas dan kepala sekolah untuk mencari pemecahannya, namun sudah sekian lama tak ada kemajuan. Akhirnya kamipun sepakat untuk meminta bantuan seorang psikolog. Suatu pagi, atas seijin kepala sekolah, Dika meninggalkan sekolah untuk menjalani test IQ. Tanpa persiapan apapun, Dika menyelesaikan soal demi soal dalam hitungan menit. Beberapa saat kemudian, Psikolog yang tampil bersahaja namun penuh keramahan itu segera memberitahukan hasil testnya.  Angka kecerdasan rata-rata anak saya mencapai 147 (Sangat Cerdas) dimana skor untuk aspek-aspek kemampuan pemahaman ruang, abstraksi, bahasa, ilmu pasti, penalaran, ketelitian dan kecepatan berkisar pada angka 140 &#8211; 160. Namun ada satu kejanggalan, yaitu skor untuk kemampuan verbalnya tidak lebih dari 115 (Rata-Rata Cerdas). Perbedaan yang mencolok pada 2 tingkat kecerdasan yang berbeda itulah yang menurut psikolog, perlu dilakukan pendalaman lebih lanjut. Oleh sebab itu psikolog itu dengan santun menyarankan saya untuk mengantar Dika kembali ke tempat itu seminggu lagi. Menurutnya Dika perlu menjalani test kepribadian.  Suatu sore, saya menyempatkan diri mengantar Dika kembali mengikuti serangkaian test kepribadian. Melalui interview dan test tertulis yang dilakukan, setidaknya Psikolog itu telah menarik benang merah yang menurutnya menjadi salah satu atau beberapa faktor penghambat kemampuan verbal Dika. Setidaknya saya bisa membaca jeritan hati kecil Dika. Jawaban yang jujur dari hati Dika yang paling dalam itu membuat saya berkaca diri, melihat wajah seorang ibu yang masih jauh dari ideal.  Ketika Psikolog itu menuliskan pertanyaan &#8220;Aku ingin ibuku :&#8230;.&#8221; Dika pun menjawab : &#8220;membiarkan aku bermain sesuka hatiku, sebentar saja&#8221; Dengan beberapa pertanyaan pendalaman, terungkap bahwa selama ini saya kurang memberi kesempatan kepada Dika untuk bermain bebas.  Waktu itu saya berpikir bahwa banyak ragam permainan-permainan edukatif sehingga saya merasa perlu menjadwalkan kapan waktunya menggambar, kapan waktunya bermain puzzle, kapan waktunya bermain basket, kapan waktunya membaca buku cerita, kapan waktunya main game di komputer dan sebagainya. Waktu itu saya berpikir bahwa demi kebaikan dan demi masa depannya, Dika perlu menikmati permainan-permainan secara merata di sela-sela waktu luangnya yang memang tinggal sedikit karena sebagian besar telah dihabiskan untuk sekolah dan mengikuti berbagai kursus di luar sekolah. Saya selalu pusing memikirkan jadwal kegiatan Dika yang begitu rumit. Tetapi ternyata permintaan Dika hanya sederhana : diberi kebebasan bermain sesuka hatinya, menikmati masa kanak-kanaknya.  Ketika Psikolog menyodorkan kertas bertuliskan &#8220;Aku ingin Ayahku &#8230;.&#8221; Dika pun menjawab dengan kalimat yang berantakan namun kira-kira artinya &#8220;Aku ingin ayahku melakukan apa saja seperti dia menuntutku melakukan sesuatu&#8221;.  Melalui beberapa pertanyaan pendalaman, terungkap bahwa Dika tidak mau diajari atau disuruh, apalagi diperintah untuk melakukan ini dan itu. Ia hanya ingin melihat ayahnya melakukan apa saja setiap hari, seperti apa yang diperintahkan kepada Dika. Dika ingin ayahnya bangun pagi-pagi kemudian membereskan tempat tidurnya sendiri, makan dan minum tanpa harus dilayani orang lain, menonton TV secukupnya, merapikan sendiri koran yang habis dibacanya dan tidur tepat waktu. Sederhana memang, tetapi hal-hal seperti itu justru sulit dilakukan oleh kebanyakan orang tua.  Ketika Psikolog mengajukan pertanyaan &#8220;Aku ingin ibuku tidak &#8230;&#8221; Maka Dika menjawab &#8220;Menganggapku seperti dirinya&#8221; Dalam banyak hal saya merasa bahwa pengalaman hidup saya yang suka bekerja keras, disiplin, hemat, gigih untuk mencapai sesuatu yang saya inginkan itu merupakan sikap yang paling baik dan bijaksana. Hampir-hampir saya ingin menjadikan Dika persis seperti diri saya. Saya dan banyak orang tua lainnya seringkali ingin menjadikan anak sebagai foto copy diri kita atau bahkan beranggapan bahwa anak adalah orang dewasa dalam bentuk sachet kecil.  Ketika Psikolog memberikan pertanyaan &#8220;Aku ingin ayahku tidak : ..&#8221;  Dika pun menjawab &#8220;Tidak menyalahkan aku di depan orang lain. Tidak mengatakan bahwa kesalahan-kesalahan kecil yang aku buat adalah dosa&#8221;  Tanpa disadari, orang tua sering menuntut anak untuk selalu bersikap dan bertindak benar, hingga hampir-hampir tak memberi tempat kepadanya untuk berbuat kesalahan. Bila orang tua menganggap bahwa setiap kesalahan adalah dosa yang harus diganjar dengan hukuman, maka anakpun akan memilih untuk berbohong dan tidak mau mengakui kesalahan yang telah dibuatnya dengan jujur. Kesulitan baru akan muncul karena orang tua tidak tahu kesalahan apa yang telah dibuat anak, sehingga tidak tahu tindakan apa yang harus kami lakukan untuk mencegah atau menghentikannya.  Saya menjadi sadar bahwa ada kalanya anak-anak perlu diberi kesempatan untuk berbuat salah, kemudian iapun bisa belajar dari kesalahannya. Konsekuensi dari sikap dan tindakannya yang salah adakalanya bisa menjadi pelajaran berharga supaya di waktu-waktu mendatang tidak membuat kesalahan yang serupa.  Ketika Psikolog itu menuliskan &#8220;Aku ingin ibuku berbicara tentang &#8230;..&#8221; Dika pun menjawab &#8220;Berbicara tentang hal-hal yang penting saja&#8221;. Saya cukup kaget karena waktu itu saya justru menggunakan kesempatan yang sangat sempit, sekembalinya dari kantor untuk membahas hal-hal yang menurut saya penting, seperti menanyakan pelajaran dan PR yang diberikan gurunya. Namun ternyata hal-hal yang menurut saya penting, bukanlah sesuatu yang penting untuk anak saya. Dengan jawaban Dika yang polos dan jujur itu saya diingatkan bahwa kecerdasan tidak lebih penting dari pada hikmat dan pengenalan akan Tuhan. Pengajaran tentang kasih tidak kalah pentingnya dengan ilmu pengetahuan.  Atas pertanyaan &#8220;Aku ingin ayahku berbicara tentang &#8230;..&#8221;, Dika pun menuliskan &#8220;Aku ingin ayahku berbicara tentang kesalahan-kesalahan nya. Aku ingin ayahku tidak selalu merasa benar, paling hebat dan tidak pernah berbuat salah. Aku ingin ayahku mengakui kesalahannya dan meminta maaf kepadaku&#8221;.  Memang dalam banyak hal, orang tua berbuat benar tetapi sebagai manusia, orang tua tak luput dari kesalahan. Keinginan Dika sebenarnya sederhana, yaitu ingin orang tuanya sportif, mau mengakui kesalahnya dan kalau perlu meminta maaf atas kesalahannya, seperti apa yang diajarkan orang tua kepadanya.  Ketika Psikolog menyodorkan tulisan &#8220;Aku ingin ibuku setiap hari &#8230;..&#8221; Dika berpikir sejenak, kemudian mencoretkan penanya dengan lancar &#8220;Aku ingin ibuku mencium dan memelukku erat-erat seperti ia mencium dan memeluk adikku&#8221;. Memang adakalanya saya berpikir bahwa Dika yang hampir setinggi saya sudah tidak pantas lagi dipeluk-peluk, apalagi dicium-cium. Ternyata saya salah, pelukan hangat dan ciuman sayang seorang ibu tetap dibutuhkan supaya hari-harinya terasa lebih indah. Waktu itu saya tidak menyadari bahwa perlakukan orang tua yang tidak sama kepada anak-anaknya seringkali oleh anak-anak diterjemahkan sebagai tindakan yang tidak adil atau pilih kasih.  Secarik kertas yang berisi pertanyaan &#8220;Aku ingin ayahku setiap hari &#8230;.&#8221; Dika menuliskan sebuah kata tepat di atas titik-titik dengan satu kata &#8220;tersenyum&#8221;.  Sederhana memang, tetapi seringkali seorang ayah merasa perlu menahan senyumannya demi mempertahankan wibawanya. Padahal kenyataannya senyuman tulus seorang ayah sedikitpun tidak akan melunturkan wibawanya, tetapi justru bisa menambah simpati dan energi bagi anak-anak dalam melakukan segala sesuatu seperti yang ia lihat dari ayahnya setiap hari.  Ketika Psikolog memberikan kertas yang bertuliskan &#8220;Aku ingin ibuku memanggilku. &#8230;&#8221; Dika pun menuliskan &#8220;Aku ingin ibuku memanggilku dengan nama yang bagus&#8221; Saya tersentak sekali! Memang sebelum ia lahir kami telah memilih nama yang paling bagus dan penuh arti, yaitu Judika Ekaristi Kurniawan. Namun sayang, tanpa sadar, saya selalu memanggilnya dengan sebutan Nang. Nang dalam Bahasa Jawa diambil dari kata &#8220;Lanang&#8221; yang berarti laki-laki.  Ketika Psikolog menyodorkan tulisan yang berbunyi &#8220;Aku ingin ayahku memanggilku &#8230;&#8221; Dika hanya menuliskan 2 kata saja, yaitu &#8220;Nama Asli&#8221;. Selama ini suami saya memang memanggil Dika dengan sebutan &#8220;Paijo&#8221; karena sehari-hari Dika berbicara dalam Bahasa Indonesia atau Bahasa Sunda dengan logat Jawa medok. &#8220;Persis Paijo, tukang sayur keliling&#8221; kata suami saya.  Atas jawaban-jawaban Dika yang polos dan jujur itu, saya menjadi malu karena selama ini saya bekerja di sebuah lembaga yang membela dan memperjuangkan hak-hak anak. Kepada banyak orang saya kampanyekan pentingnya penghormatan hak-hak anak sesuai dengan Konvensi Hak-Hak Anak Sedunia. Kepada khalayak ramai saya bagikan poster bertuliskan &#8220;To Respect Child Rights is an Obligation, not a Choice&#8221; sebuah seruan yang mengingatkan bahwa &#8220;Menghormati Hak Anak adalah Kewajiban, bukan Pilihan&#8221;.  Tanpa saya sadari, saya telah melanggar hak anak saya karena telah memanggilnya dengan panggilan yang tidak hormat dan bermartabat. Dalam diamnya anak, dalam senyum anak yang polos dan dalam tingkah polah anak yang membuat orang tua kadang-kadang bangga dan juga kadang-kadang jengkel, ternyata ada banyak Pesan Yang Tak Terucapkan. Seandainya semua ayah mengasihi anak-anaknya, maka tidak ada satupun anak yang kecewa atau marah kepada ayahnya. Anak-anak memang harus diajarkan untuk menghormati ayah dan ibunya, tetapi para orang tua tidak boleh membangkitkan amarah di dalam hati anak-anaknya. Para orang tua harus mendidik anaknya di dalam ajaran dan nasehat yang baik.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dheni666.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dheni666.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dheni666.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dheni666.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dheni666.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dheni666.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dheni666.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dheni666.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dheni666.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dheni666.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dheni666.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dheni666.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dheni666.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dheni666.wordpress.com/7/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dheni666.wordpress.com&amp;blog=10785790&amp;post=7&amp;subd=dheni666&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dheni666.wordpress.com/2009/12/14/mbah-peyu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/85b00c2a87eecbc98574aa5442b1d94b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dheni666</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>gadis matematika dan gadis logis</title>
		<link>http://dheni666.wordpress.com/2009/12/14/gadis-matematika-dan-gadis-logis/</link>
		<comments>http://dheni666.wordpress.com/2009/12/14/gadis-matematika-dan-gadis-logis/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Dec 2009 02:14:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dheni666</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dheni666.wordpress.com/?p=5</guid>
		<description><![CDATA[PILIH GADIS MATEMATIS ATAU GADIS LOGIS? Ada dua orang gadis, salah satu dari mereka cara berpikirnya MATEMATIS (M) dan yang lainnya cara berpikirnya mengandalkan LOGIKA ( L) . Mereka berdua berjalan pulang melewati jalan yang gelap, dan jarak rumah mereka masih agak jauh. Setelah beberapa lama mereka berjalan&#8230;. M : Apakah kamu juga memperhatikan, ada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dheni666.wordpress.com&amp;blog=10785790&amp;post=5&amp;subd=dheni666&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>PILIH GADIS MATEMATIS ATAU GADIS LOGIS?<br />
Ada dua orang gadis, salah satu dari mereka cara<br />
berpikirnya MATEMATIS (M) dan yang lainnya cara<br />
berpikirnya mengandalkan LOGIKA ( L) . Mereka berdua<br />
berjalan pulang melewati jalan yang gelap, dan<br />
jarak rumah mereka masih agak jauh. Setelah beberapa<br />
lama mereka berjalan&#8230;.</p>
<p>M : Apakah kamu juga memperhatikan, ada seorang pria<br />
yang sedang berjalan mengikuti kita kira2 sejak<br />
tigapuluh delapan setengah menit yang lalu? Saya<br />
khawatir dia bermaksud jelek.</p>
<p>L : Itu hal yang Logis. Dia ingin memperkosa kita.</p>
<p>M : Oh tidak, dengan kecepatan berjalan kita seperti<br />
ini, dalam waktu 15 menit dia akan berhasil menangkap<br />
kita. Apa yang harus kita lakukan.</p>
<p>L : Hanya ada 1 cara logis yg harus kita lakukan,<br />
yaitu berjalan lebih cepat.</p>
<p>M : Itu tidak banyak membantu, gimana nich&#8230;..</p>
<p>L : Tentu saja itu tidak membantu, Logikanya kalau<br />
kita berjalan lebih cepat dia juga akan mempercepat<br />
jalannya.</p>
<p>M : Lalu, apa yang harus kita lakukan? Dengan<br />
kecepatan kita seperti ini dia akan berhasil menangkap<br />
kita dalam waktu dua setengah menit&#8230;</p>
<p>L : Hanya ada satu langkah Logis yang harus kita<br />
lakukan.. Kamu lewat jalan yang ke kiri dan aku lewat<br />
jalan yang kekanan. sehingga dia tidak bisa mengikuti<br />
kita berdua dan hanya salah satu yang diikuti<br />
olehnya.</p>
<p>Setelah kedua gadis itu berpisah, ternyata Pria tadi<br />
mengikuti langkah si gadis yang menggunakan logika<br />
(L ). Gadis matematis ( M) tiba di rumah lebih dulu dan<br />
dia khawatir akan keselamatan sahabatnya. Tapi, tidak<br />
berapa lama kemudian, Ga dis Logika (L ) datang.</p>
<p>M : Oh terima kasih Tuhan.. Kamu tiba dengan selamat.<br />
Eh, gimana pengalamanmu diikuti oleh Pria tadi?</p>
<p>L : Setelah kita berpisah dia mengikuti aku terus.</p>
<p>M : Ya.. ya.. Tetapi apa yang terjadi kemudian dengan<br />
kamu?</p>
<p>L : Sesuai dengan logika saya langsung lari sekuat<br />
tenaga dan Pria itupun juga lari sekuat tenaga<br />
mengejar saya.</p>
<p>M : Dan&#8230; dan..</p>
<p>L : Sesuai dengan logika dia berhasil mendekati saya<br />
di tempat yang gelap&#8230;</p>
<p>M : Lalu.. Apa yang kamu lakukan?</p>
<p>L : Hanya ada satu hal logis yang dapat saya lakukan,<br />
yaitu saya mengangkat rok saya..</p>
<p>M : Oh&#8230; Lalu apa yang dilakukan pria tadi?</p>
<p>L : Sesuai dengan logika&#8230; Dia menurunkan<br />
celananya&#8230;</p>
<p>M : Oh tidak&#8230; Lalu apa yang terjadi kemudian?</p>
<p>L : Hal yang logis bukan, kalau gadis yang mengangkat<br />
roknya larinya lebih cepat dari pada lelaki yang<br />
berlari sambil memelorotkan celananya&#8230; So akhirnya<br />
aku bisa lolos dari pria itu&#8230;</p>
<p>sumber: joko susilo</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dheni666.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dheni666.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dheni666.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dheni666.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dheni666.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dheni666.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dheni666.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dheni666.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dheni666.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dheni666.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dheni666.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dheni666.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dheni666.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dheni666.wordpress.com/5/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dheni666.wordpress.com&amp;blog=10785790&amp;post=5&amp;subd=dheni666&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dheni666.wordpress.com/2009/12/14/gadis-matematika-dan-gadis-logis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/85b00c2a87eecbc98574aa5442b1d94b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dheni666</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>kumpulan puisi</title>
		<link>http://dheni666.wordpress.com/2009/12/14/kumpulan-puisi/</link>
		<comments>http://dheni666.wordpress.com/2009/12/14/kumpulan-puisi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Dec 2009 01:30:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dheni666</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dheni666.wordpress.com/2009/12/14/kumpulan-puisi/</guid>
		<description><![CDATA[Bila kasih sayang memanggil&#8230; Menyudutkan hati u/ rebah dan takut pada sang cinta.. Semestinya kita bahagia,karna masih punya hati.. Pada sebuah hati,rindu dan cinta ini kan ku semaikan&#8230; Ingin kutenggelamkan diri dalam pusara rindu&#38;kasihku&#8230; Hanyut dalam kasihmu&#8230; Diposkan oleh Embun pagi<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dheni666.wordpress.com&amp;blog=10785790&amp;post=4&amp;subd=dheni666&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bila kasih sayang memanggil&#8230;<br />
Menyudutkan hati u/ rebah dan takut pada sang cinta..<br />
Semestinya kita bahagia,karna masih punya hati..<br />
Pada sebuah hati,rindu dan cinta ini kan ku semaikan&#8230;<br />
Ingin kutenggelamkan diri dalam pusara rindu&amp;kasihku&#8230;<br />
Hanyut dalam kasihmu&#8230;<br />
Diposkan oleh Embun pagi </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dheni666.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dheni666.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dheni666.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dheni666.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dheni666.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dheni666.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dheni666.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dheni666.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dheni666.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dheni666.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dheni666.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dheni666.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dheni666.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dheni666.wordpress.com/4/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dheni666.wordpress.com&amp;blog=10785790&amp;post=4&amp;subd=dheni666&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dheni666.wordpress.com/2009/12/14/kumpulan-puisi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/85b00c2a87eecbc98574aa5442b1d94b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dheni666</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bagian-bagian komputer</title>
		<link>http://dheni666.wordpress.com/2009/12/03/bagian-bagian-komputer/</link>
		<comments>http://dheni666.wordpress.com/2009/12/03/bagian-bagian-komputer/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Dec 2009 06:26:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dheni666</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dheni666.wordpress.com/2009/12/03/bagian-bagian-komputer/</guid>
		<description><![CDATA[BAGIAN-BAGIAN KOMPUTER Posted on Agustus 25, 2008 by sawal 1. VGA CARD VGA card merupakan bagian komputer, di dalam CPU yang berperan penting untuk menampilkan output process ke monitor. Tanpa VGA card, layar komputer tidak akan menampilkan apa-apa alias blank. VGA card sendiri ada yang berupa slot tambahan ataupun bawaan produsen motherboard atau disebut juga [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dheni666.wordpress.com&amp;blog=10785790&amp;post=3&amp;subd=dheni666&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>BAGIAN-BAGIAN KOMPUTER<br />
Posted on Agustus 25, 2008 by sawal</p>
<p>1. VGA CARD</p>
<p>VGA card merupakan bagian komputer, di dalam CPU yang berperan penting untuk menampilkan output process ke monitor. Tanpa VGA card, layar komputer tidak akan menampilkan apa-apa alias blank. VGA card sendiri ada yang berupa slot tambahan ataupun bawaan produsen motherboard atau disebut juga VGA on board.<br />
Seperti apa bentuk VGA card tersebut? Silakan amati gambar dibawah ini.</p>
<p>Bagian-bagiannya antara lain terdiri dari memory dan kipas sebagai pendingin. Fungsinya sama, yaitu menampilkan teks dan gambar ke monitor, hanya warna dan desain yang berbeda, tergantung pihak manufaktur. Kipas dibutuhkan untuk mendinginkan komponen VGA card yang panas, karena bagian ini bekerja cukup berat setiap saat.<br />
VGA card yang terlihat diatas merupakan VGA tambahan, bukan on board (tidak menyatu dengan motherboard). Keuntungan VGA card non on board adalah kita dapat dengan mudah menggantinya dengan yang baru apabila terjadi kerusakan atau ingin meningkatkan performa grafis komputer kita.</p>
<p>2. CASING</p>
<p>Casing merupakan bagian komputer yang berfungsi sebagai pakaian atau pelindung dari CPU. Bentuk yang umum adalah kotak persegi, namun bisa dengan modifikasi bagi mereka yang senang mengotak-atik casing ini.<br />
Selain sebagai pelindung CPU, casing juga bisa berfungsi sebagai pendingin tambahan. Karena biasanya, casing modern saat ini dilengkapi dengan kipas pendingin yang jumlah nya bisa lebih dari satu buah.<br />
Fungsi lainnya yang utama adalah sebagai pondasi untuk menempatkan berbagai bagian komputer lainnya, terutama CPU, seperti motherboard, vga card, soundcard dan lain-lain.<br />
Sebagai pelindung, casing bermanfaat melindungi bagian dalamnya dari kotoran atau debu, dari benturan dengan benda lain, sehingga bagian-bagian yang vital akan aman dan tidak cepat rusak.<br />
Selain fungsi primernya tersebut, casing juga dapat tampil dengan berbagai macam warna dan bentuk yang sesuai dengan keinginan kita. Tentu saja casing hasil modifikasi ini harganya lebih mahal.<br />
Yang terpenting dalam pemilihan casing adalah fungsi utamanya. Sehingga komputer kita berada dalam keadaan yang aman dan terlindungi.</p>
<p>3. POWER SUPPLY</p>
<p>Masih bagian dalam komputer, yang tersimpan dalam CPU yaitu power supply. Sesuai dengan namanya power supply ini berfungsi mengalirkan listrik ke setiap bagian komputer agar dapat berjalan. Yang biasa dipakai di PC rumahan adalah jenis ATX. Untuk lebih jelasnya lihat gambar di bawah ini.</p>
<p>Bagian belakang terdiri dari socket penghubung ke monitor dan power listrik. Juga terdapat fan atau kipas angin, yang berfungsi mendinginkan udara di dalam kotak power supply tersebut. Bagian depan terdiri dari kabel-kabel kecil untuk mengalirkan listrik ke setiap bagian di dalam CPU atau motherboard.</p>
<p>Tentu saja listrik yang mengalir sudah minim atau diperkecil. Sedangkan di power supply itu sendiri voltase listrik masih besar, sehingga dilarang keras menyentuhnya.</p>
<p>4. PROCESSOR<br />
Tulisan ini lanjutan dari sebelumnya yang membahas isi dari CPU. Kemarin sudah membahas mengenai motherboard, kali ini kita akan membahas processor. Apa sih processor itu? Bagaimana bentuknya? Fungsinya buat apa?</p>
<p>Dibawah ini akan coba dijelaskan apa itu processor. Processor merupakan bagian yang sangat penting dari komputer. Ia bisa diibaratkan sebagai otaknya komputer. Yaitu suatu sirkuit elektronik yang berfungsi secara logik merespon dan mengolah segala intruksi yang menghidupkan komputer.</p>
<p>Bagaimana sih bentuknya? Coba lihat gambarnya berikut ini.</p>
<p>Itu adalah gambar processor yang terbaru, baik dari Intel maupun AMD.</p>
<p>5. MOTHERBOARD</p>
<p>Tulisan ini bagi yang ingin mengenal isi CPU, diantaranya motherboard atau mainboard. Merupakan bagian induk atau utama yang berada dalam CPU. Berfungsi sebagai papan circuit dari berbagai macam komponen pendukung lainnya.</p>
<p>Seperti apa sih bentuk motherboard tersebut? Di bawah ini adalah contoh gambar motherboard “Gigabyte GA-MA69GM-S2H”.</p>
<p>Anda lihat bagian yang berwarna-warni itu?<br />
Itu merupakan tempat dudukan untuk memasang card-card yang diperlukan, seperti VGA card, memory card, TV Tuner, Video card, dan lain-lain.</p>
<p>6. KEYBOARD, MOUSE DAN MONITOR<br />
Nah, ini bagian inputnya yang terdiri dari keyboard dan mouse. Tahun 1990-an input device hanya berupa keyboard saja. Perkembangan selanjutnya mulai muncul mouse, pen (berbentuk pulpen). Saat ini sudah ada yang input device berupa sentuhan jari (touch screen) dan suara (kalima perintah). Yang umumnya dipakai untuk komputer rumahan adalah keyboard dan mouse. Fungsinya tentu saja untuk memasukan data.</p>
<p>Yang terakhir yaitu monitor, output sementara, karena hanya tampak buat sementara saja di layar. Fungsinya untuk melihat hasil input ataupun program yang sedang aktif.</p>
<p>di kutip dari:paman GOOGLE</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dheni666.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dheni666.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dheni666.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dheni666.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dheni666.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dheni666.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dheni666.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dheni666.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dheni666.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dheni666.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dheni666.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dheni666.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dheni666.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dheni666.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dheni666.wordpress.com&amp;blog=10785790&amp;post=3&amp;subd=dheni666&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dheni666.wordpress.com/2009/12/03/bagian-bagian-komputer/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/85b00c2a87eecbc98574aa5442b1d94b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dheni666</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://dheni666.wordpress.com/2009/12/03/hello-world/</link>
		<comments>http://dheni666.wordpress.com/2009/12/03/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Dec 2009 05:37:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dheni666</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dheni666.wordpress.com&amp;blog=10785790&amp;post=1&amp;subd=dheni666&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Welcome to <a href="http://wordpress.com/">WordPress.com</a>. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dheni666.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dheni666.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dheni666.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dheni666.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dheni666.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dheni666.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dheni666.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dheni666.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dheni666.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dheni666.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dheni666.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dheni666.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dheni666.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dheni666.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dheni666.wordpress.com&amp;blog=10785790&amp;post=1&amp;subd=dheni666&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dheni666.wordpress.com/2009/12/03/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/85b00c2a87eecbc98574aa5442b1d94b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dheni666</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
